GEBYAR MILAD MAN 2 KOTA BEKASI

Agenda tahunan yang dilaksanakan untuk memeriahkan Milad MAN 2 KOTA BEKASI dan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

LDKR (Latihan Dasar Kepemimpinan Rohis)

Kegiatan untuk melatih dan membangkitkan jiwa kepemimpinan bagi anggota Rohis MAN 2 Kota Bekasi.

Nasyid Asma Voice

Sebuah Tim Nasyid yang Bergenre Acapella.

Masa Orientasi Siswa Tahun 2012

Sebuah agenda yang rutin dilaksanakan untuk menjaring anggota-anggota baru.

Latihan Dasar Kepemimpinan Rohis 2014

Agenda rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan bagi seluruh anggota Rohis.

Selasa, 27 Agustus 2013

Generasi Yang Kembali


dakwatuna.com - “Tidak ada kebaikan bagi bumi ini, tidak ada ketenangan bagi manusia ini, tidak ada ketinggian, keberkahan dan kesucian , dan tidak pula keseimbangan dengan hukum-hukum semesta dan fitrah kehidupan , kecuali dengan kembali kepada Allah”

Seberkas kalimat itu tertulis oleh As-Syahid Sayyid Quthb dalam muqaddimah Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Namanya juga Sayyid Quthb, ia selalu mengambil judul yang unik dan istimewa,Dalam Naungan Qur’an, nama yang indah untuk sebuah Tafsir. Iya kan?

Saat itu, Ustad Pendiam yang Ahli Sastra tersebut benar-benar mencurahkan perhatiannya, dari fokus Sastra Qur’an menjadi fokus Pemikiran dan Sistem Islam. Pilihan yang tentu memuat konsekuensi , karena saat itu pemikiran di Mesir benar-benar warna-warni, ada corak komunis, liberal, corak-corak nasionalis hingga yang islamis.

Allah, semua umat manusia mengucapkan nama-Nya. Itu pasti. Allah-lah sumber Hukum segala-gala. Dia-lah Al-Hakim, sesuai pelajaran Ushul Fiqh, Allah-lah muara segala kebijakan dan tata aturan alam raya yang terus bergerak tanpa henti. Sungguh Allah adalah Maha Inspirasi tiada tara.

Kutipan kalimat paling atas tadi adalah bukti bahwa Sayyid Quthb paham betul kondisi ummat pasca keruntuhan Khilafah Utsmani itu, setelah dicakar-cakar Inggris dalam Perjanjian Sevres, Turki hanya segelintir wilayah Asia kecil, yang lainnya di bagi-bagi ke tiran tak bertanggungjawab. Maka beliau menemukan obat mujarab yang sudah membuat generasi sebelumnya menang gemilang ; kembali pada Allah. Tak ada yang lain!

Memang, seiring berjalan waktu, manusia lupa. Seiring Berjaya sebuah peradaban, manusia lalai. Terpujilah generasi islam Yang Istimewa didikan Rasulullah yang memulai peradaban, memerjuangkannya dengan peluh dan darah, hingga madinah yang mungil itu menjelma kota sejuta cinta dan inspirasi. “Bangsa Arab yang menggembala domba itu kini telah menjadi kekuatan besar!”, begitulah statement Kisra terakhir Persia.

Lalu berlanjut dinasti  Abbasiyah, Seljuk, Muwahhidun, Mamluk, Ayyubiyah, sampai Utsmani. Kesemuanya mengalami pasang surut supremasi. Begitu hebatnya generasi islam ketika dalam pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi, beliau mengumpulkan kaum muslimin dalam satu kesatuan, lalu bersama menggempur kekuatan crusader di jantung Tiberias ,Accre, hingga Jerussalem.

Kuncinya bukan muluk-muluk, Shalahudin hanya sering memotivasi tentaranya untuk memperbanyak ibadah sunnah, sholat malam dan dzikir pagi-sore.

Maka, ketika sebuah generasi kembali kepada Allah, terjadilah ledakan besar dalam sejarah. Kemenangan datang silih berganti, ekonomi rakyat tercukupi, industri dan teknologi pesat menjadi-jadi.

Tersebutlah lagi kisah Al-Fatih, ketika beliau menginspeksi pasukannya, bukan menanyakan tentang kelengkapan senjata atau ketajaman pedang, bukan. Ia menanyakan sesuatu yang kata orang biasa tak ada hubungan dengan masalah militer, “Siapa diantara kalian yang meninggalkan shalat malam?”

Luarbiasa.
Begini Salim A.Fillah mencuplik kegemilangan generasi emas itu,
Maka gemuruhlah Makkah dan Madinah oleh lantunan takbir dan talbiyah,
ketika sunyi membungkam Roma dan Konstatinopel dalam kekakuan dogma.
Maka hangatlah diskusi-diskusi di Basrah dan Kufah,
saat Genoa dan Venesia dihantui inkuisisi.
Maka bersinarlah perpustakaan Kairo,
ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lissabon.
Maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat di semarak malam,
ketika Paris gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.
Maka gemericiklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharah,
ketika bangsawan di London menganggap mandi adalah aktivitas berbahaya.
Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa dengan sajian kurma, yogurt, serta buah segar di balkon-balkon pualam Cordoba dan Granada,

ketika saat Kathedral di Wina dan Bern menutup makan malam dengan pudding darah babi.
Kawan pernah mendengar sebuah kisah hebat dari Spanyol? Subhanallah, setelah Tariq bin Ziyad membuka gerbang kemenangan di abad ke 8, Wilayah itu berubah dari semenanjung kumuh nan sedih menjadi bunga yang mekar indah diantara rumput ilalang eropa.

Namun kaum kafir tidak tinggal diam.

Terutuslah mata-mata untuk mempelajari seluk beluk Spanyol yang telah berubah mejadi super power di eropa itu. Ia menemukan seorang pemuda menangis di bawah pohon, sesenggukan. Hal itu membuatnya ingin menanyakan sebab mengapa pemuda itu menangis.
“Kenapa kau menangis?”

“Aku menangis karena kehilangan kesempatan untuk berjihad bersama tentara muslimin…hiks…hiks…”

Mata-mata itu terperanjat, segera ia kembali ke markasnya menuju Istana Kaum Kafir di Perancis. Dan apa kesimpulannya atas apa yang dia lihat di Spanyol tadi?
“Tuan, saat ini kita tidak akan bisa mengalahkan kaum muslimin!”

Kaum kafir Gusar, namun bukan syaithan kalau tidak bertipu muslihat. Mulailah mereka menggunakan alternatif baru untuk menggerus semangat juang pemuda di tanah Spanyol dengan segala upaya; mendistribusikan rokok dan bir gratis, memperkenalkan alat musik hingga anak mudanya lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang menyimak Al-Qur’an, dan mengirim ulama palsu untuk meniupkan perpecahan diantara kaum muslimin disana.
Tibalah beberapa tahun berikutnya, Mata-mata ini kembali ke Tanah Spanyol dan menyelidiki hasil dari usaha mereka untuk meruntuhkan semangat juang kaum muslimin. Maka, dilihatnya seorang pemuda menangis di bawab pepohonan rindang, sesenggukan. Mata-Mata ini menanyakan pada pemuda itu sebab ia menangis.

“Kenapa kau menangis?”
“Aku ditinggal kekasihku… hiks…hiks…”
Maka tertawalah ia dalam hati, kembali dengan dada terbusung, dan melaporkan pada Tuannya apa yang telah dia lihat sekarang.

“Tuan, sekaranglah saat yang tepat untuk merebut spanyol!”

Dan terjadilah insiden berdarah pada tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H. Pasukan Kafir membantai puluhan ribu kaum muslimin dan Yahudi di Spanyol. Terlalu tragis untuk dikisahkan.

Musuh Islam pun paham siapa yang mereka hadapi, pemuda yang ia temui di awal penyelidikan menangis karena ketinggalan seruan jihad, ia menangis karena tak bisa ikut berjuang membela Agama Allah. Itu pertanda bahwa Generasi Islam saat itu begitu dekat dan harmonis dengan Alah. Sedang peristiwa yang kedua, seorang pemuda menangis karena ia ditinggal kekasihnya, ia dikuasai oleh sakit hati yang rapuh dan lemah. Indikasi itu membuat Musuh terbahak-bahak dan siap melancarkan serangannya.

Begitulah Sejarah bicara tentang Generasi yang silih berganti, mari mengambil kesimpulan;
Siapa yang kembali pada Allah, pasti Berjaya!
Siapa yang jauh dari Allah, pasti Jatuh Merana!
Maka sekali lagi, kutipan Sayyid Quthb mungkin bisa jadi referensi kita untuk menata diri,
“Tidak ada kebaikan bagi bumi ini, tidak ada ketenangan bagi manusia ini, tidak ada ketinggian, keberkahan dan kesucian , dan tidak pula keseimbangan dengan hukum-hukum semesta dan fitrah kehidupan , kecuali dengan kembali kepada Allah”

Dan abadilah firman Allah yang digaungkan keras pada Pejuang, yang dirindukan para Pencari Makna kehidupan, beginilah Allah memberi jaminan,

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7)
Allah dulu, Allah lagi, Allah Terus.

Minggu, 05 Mei 2013

Keutamaan Shalat Shubuh dan Isya














Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik.

“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh” (HR.Ahmad). (Semoga Kita semua bukan termasuk orang-orang munafik....Amiiinn)

Shalat subuh berjamaah adalah tolok ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu Umar ra pernah berkata:

“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”
Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga.

Oleh karena itu tidak ada yang mampu konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.

Karena hal tersebut di atas, maka banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:

1. Shalat subuh adalah faktor dilapangkannya rizki

Seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya :

“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)

2. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim

“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.”

Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah rahmat, yang kalau menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan. Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup menjadikan api menjadi dingin dan damai.

Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.

3. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntuk

Alangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya:

”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2)

Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.

Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits berikut:

”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)

Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Oleh karena itu para ulama ada yang memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau shalat malam jika akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh dengan baik.

Tetapi jangan salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat malam.

4. Shalat subuh tolok ukur keimanan

Orang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan ataukah riya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)

5. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka

Nabi SAW bersabda,

“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)

Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.

6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surga

Nabi SAW bersabda,

“Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga”

Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.

7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia

“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah berfirman, ’Apakah kalian ingin aku beri tambahan ?’ Mereka menjawab, ’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’

Rasulullah melanjutkan, ”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “

Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)

8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya

“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka - ’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab, ’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)

9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan

“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)

Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.

Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan ,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’”

Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya

“Dan dirikanlah pula sholat Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan oleh malaikat”. (QS.Al Isroo (17):78)
“Barangsiapa sholat isya secara berjamaah, maka ia bagaikan sholat (malam) setengah malam, dan barangsiapa sholat Subuh secara berjamaah maka ia bagaikan sholat (malam) semalam penuh.” (HR.Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

“Sholat terberat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang disiapkan pada sholat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir sholat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka.” (HR.Bukhari-Muslim)

“Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.” (HR. Ibnu Majah). Hadits shohih.

“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,

“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)

Begitu besarnya keutamann shalat subuh ini Temans..... Nggak ada kata terlambat buat memulai...... Ingat Hidup cuma Sekali..... Kita nggak ada yang tau kapan kita meninggal... 5 menit lagi..?...waktu kita lagi ketawa- tawa bareng temen ?..... waktu kita lagi shopping ?..... waktu tidur ?.... Hanya Allah yang tau .......

Dan yang pertama kali dihisab ketika kita mati SHOLAT kita... bukan lainnya....Bukan di tanya ttg jabatan kita.... kekayaan kita... tapi SHALAT kita....

Yuk bareng-bareng kita perbaiki kualitas Shalat kita.......

Nggak Ada Kata Terlambat Untuk Memulai....... Dimana pun...Kapan pun...Dalam Acara Apa pun semoga kita tidak pernah meninggalkan kewajiban Utama Shalat......

Jangan pernah sungkan untuk izin ama boss untuk shalat di tengah2 meeting / lainnya.... Yang nanggung dosa kita .... Naudzubillah.....

"Ya Allah istiqomahkan kualitas shalat dan ibadah kami.... semoga semakin hari semakin baik... Lancarkan dan rhidoi setiap langkah kami untuk beribadah kepada MU di Jalan Yang Lurus,...... Jauhkan kami dari bisikan2 syaitan, dari ajaran2 yang tidak sesuai dengan sunnah MU .....Dan semoga kita bukan termasuk orang yang Munafik, yang salah satu sifatnya merasa berat untuk melaksanakan shalat subuh & isya'..... Dan ambilllah kami dalam keadaan Khusnul Khatimah ...Amiiiinn"

Sumber : Fb renungan Islam

Minggu, 14 April 2013

Idealisme Rohis

Bila dicermati baik-baik, semua permasalahan yang terjadi di Indonesia merupakan akibat lemahnya karakter masyarakat bangsa ini. Rohis yang muncul di berbagai sekolah, terutama SMA, dapat menjadi solusi pembentukan karakter yang kuat serta peduli akan kondisi bangsa. Guna membangun karakter remaja idaman, kegiatan-kegiatan Rohis menitikberatkan kegiatan-kegiatannya pada tiga sektor. Ketiga sektor tersebut merupakan sektor pembinaan, sektor organisasi, serta sektor  pengaplikasian.

Pembinaan merupakan hal fundamental. Tak dapat disangkal bahwa output yang sukses dihasilkan dari proses pembinaan yang baik serta lancar. Pembinaan di Rohis bertujuan untuk membentuk karakter baik. Karakter yang dibentuk berlandaskan pemahaman Islam yang baik, juga dapat diterapkan sebagai manfaat dalam kehidupan nyata.

Layaknya organisasi pada umunya, Rohis pun memberi kesempatan para remaja yang berkegiatan di dalamnya untuk mengembangkan potensinya dalam bidang organisasi. Tahap ini merupakan pengembangan jiwa sosial para aktivisnya. Proses pembelajaran ini akan bermanfaat, karena para aktivis Rohis dituntut untuk tetap peduli pada kegiatan akademik disamping kegiatan Rohis itu sendiri. Hal tersebut secara tidak langsung mengajarkan para aktivis Rohis untuk mengelola waktunya dengan baik. Komitmen, tanggung jawab, kesatuan, kepercayaan, rasa menghargai satu sama lain, serta kepedulian menjadi poin-poin penting yang diharapkan dapat tertanam dalam diri setiap aktivis Rohis.

Setelah mendapat pembinaan dan pemahaman bersosialisasi melalui organisasi, para aktivis Rohis diharapkan mampu memberikan angin segar bagi masyarakat. Ilmu yang didapat dari pembinaan dapat disalurkan kembali ke elemen-elemen masyarakat untuk mengembangkan karakter masyarakat. Pengembangan karakter diharapkan menjadi titik balik untuk memajukan Indonesia. Dengan menerapkan karakter yang baik, contoh yang baik pun akan semakin banyak bermunculan di masyarakat. Dari pembelajaran organisasi, kepekaan sosial serta semangat menebar kebaikan akan muncul pada aktivis Rohis. Sehingga keinginan untuk maju, serta tolong-menolong membangun lingkungan sekitar akan selalu muncul.

Dibalik kegiatan-kegiatan pada ketiga sektor tersebut, ada tiga komponen yang berperan menggerakkan roda kegiatan Rohis. Ketiga komponen tersebut merupakan siswa, alumni, serta perangkat sekolah.

Siswa, sebagai tokoh utama, berperan sebagai pemeran langsung, yang mengkolaborasikan ide-ide kreatif mereka untuk dilaksanakan dalam lapangan kegiatan Rohis. Alumni berperan sebagai penjaga nilai. Tugas utama alumni ialah mengembangkan para siswa untuk menjadi lebih baik dari mereka sendiri. Mereka juga merupakan motivator yang siap membantu mengarahkan para siswa, serta menjadi fasilitator bantuan yang dibutuhkan siswa. Peran krusial pun dipegang oleh perangkat sekolah. Sekolah merupakan pemegang kebijakan, yang memberikan kesempatan siswa remajanya untuk berkreasi. Harmonisasi ketiga komponen tersebut akan membentuk Rohis ideal. Sehingga regenerasi Rohis akan terus berjalan, serta aktivitas pun akan berjalan berkesinambungan. Komunikasi yang lancar antar ketiga komponen tersebut akan dapat mengembangkan kemampuan terbaik semua pihak, juga mem-filter hal-hal miring semisal aliran sehat maupun tuduhan teroris.

Melihat latar belakang dilahirkan, dapat disimpulkan bahwa Rohis benar-benar diperlukan. Karakter yang luar biasa akan memberikan pula pengaruh yang luar biasa. Satu orang yang terbentuk setelah “sukses” di Rohis akan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Coba bayangkan dampak yang akan terjadi pada ribuan lebih remaja yang tersentuh Rohis. Masyarakat madani yang menjadi impian Indonesia tidak akan lagi sekadar menjadi impian belaka.***

Wallahu a’lamu bishshawaab

 Oleh: Fatih Gray